nobita shizuka

nobita shizuka
woow

Senin, 09 Maret 2015

tokoh khmer merah

Pol Pot

Lahir pada tanggal 19 Mei 1925 sebagai Saloth Sar, Pol Pot adalah Perdana Menteri Kamboja dari tahun 1976 hingga 1978.

Saat Pol Pot masih memegang kekuasaan, Kamboja dikenal sebagai Demokratik Kamboja dan menjalani serangkaian percobaan untuk menjadi sebuah masyarakat sosialis.


Pol Pot lahir di Provinsi Kampung Thrum dari keluarga kaya. Dia akrab dengan keluarga kerajaan karena adiknya merupakan salah satu selir raja.

Setelah menghadiri kuliah teknik di Kamboja, Pol Pot melanjutkan belajar ke Perancis dan bergabung dengan brigade buruh internasional untuk membangun jalan di Yugoslavia pada tahun 1950.

Sementara di luar negeri, dia terlibat dengan gerakan anti kolonial Komunis Perancis (PCF) yang mendukung perang Vietnam melawan Perancis.

Pol Pot bergabung dengan sel komunis rahasia yang dikenal sebagai Cercle Marxiste yang kemudian mengambil alih Himpunan Mahasiswa Khmer (AER) pada tahun 1951.

Karena tidak lulus dalam ujian, Pol Pot harus kembali ke Kamboja pada tahun 1953.

Di Kamboja, sementara mengajar sastra dan sejarah Perancis, dia menjadi penghubung antara partai-partai politik yang mapan seperti Demokrat dan Pracheachon dengan gerakan komunis bawah tanah.

Pada tahun 1960, akibat pemerintah Kamboja menangkap anggota Pracheachon, karir politik Pol Pot melesat pesat hingga menjadi sekretaris partai komunis.

Keterlibatannya dengan komunisme akhirnya menyebabkan Pol Pot melarikan diri ke Vietnam di mana dia mendirikan gerakan Khmer Merah.

Menekankan kemandirian, gerakan ini lantas berubah dari dari akar komunis menjadi bersifat nasionalisme Kamboja.

Elemen Therewada Buddhisme juga membantu gerakan semakin menjauh dari ideologi komunis.

Pada akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an, saat Vietnam Utara tidak lagi memberi dukungan, Pol Pot lantas mengorganisir gerakan Khmer Merah menjadi partai politik sah yaitu Cambodia Party of Kampuchea (CPK) yang memimpin pemberontakan terhadap pemerintah Kamboja.


Salah satu prinsip utama partai ini adalah bahwa proletar didefinisikan sebagai petani kelas pekerja, dengan perbaikan kehidupan mereka adalah tujuan dari gerakan.

Mendapatkan momentum di kalangan siswa dan guru, gerakan Khmer Merah pada tahun 1974 diakui oleh 63 negara.

PBB turut melakukan pemungutan suara apakah gerakan Pol Pot merupakan pemerintahan yang sah atau tidak. Hasil voting menunjukkan Gerakan Khmer Merah kalah dua suara.

Pol Pot mulai berkuasa setelah ibukota Kamboja, Phnom Penh, jatuh pada tahun 1975. Partai ini mulai melaksanakan rencana Pol Pot untuk menghilangkan kapitalisme.

Rencana tersebut termasuk mengevakuasi kota dan mengirim sejumlah penduduk ke pedesaan.

Mata uang dianggap tak berguna. Makan dan pendidikan dilakukan melalui cara komunal.

Siapapun yang menjadi ancaman disingkirkan dengan kejam. Tercatat 2 juta orang dari 8 juta populasi Kamboja dieksekusi selama pemerintahan Pol Pot.

Kegagalan ekonomi memicu krisis kelaparan di seluruh negeri. Namun, bantuan dari luar tidak diterima karena prinsip kemandirian yang menjadi dasar Khmer Merah.

Pada tahun 1978, invasi Vietnam ke Kamboja menyebabkan Pol Pot melarikan diri ke Thailand.

Setelah itu, dia menghabiskan 20 tahun sisa hidupnya di hutan Kamboja dan Thailand dengan tetap memegang sebagian kekuatan dalam Khmer Merah.

Pada tanggal 15 April 1998, dia mendengar melalui acara radio Voice of America bahwa Khmer Merah, organisasi yang dia dirikan, hendak menyerahkannya kepada pihak berwenang AS.

Pada hari yang sama, akibat menderita penyakit Hodgkins, kanker, dan lumpuh karena stroke, Pol Pot meninggal dalam tidurnya.

Pertanyaan tetap tak terjawab apakah kematiannya akibat sebab alami atau karena bunuh diri.

Pol Pot, seperti Mao Zedong dari Cina, tidak hanya mendapat dukungan domestik tetapi juga dukungan internasional karena usahanya untuk menciptakan masyarakat yang adil.

Hanya saja, kebrutalan yang dilakukan Pol Pot untuk mencapai tujuan, pada akhirnya menyebabkan kejatuhannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar