nobita shizuka

nobita shizuka
woow
Tampilkan postingan dengan label fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fisika. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2015

جليد


الكثير منا نلاحظ أن يطفو الجليد على الماء، الأمر الذي يبدو على عكس الحس السليم.
ونحن نميل إلى الاعتقاد بأن المواد الصلبة سوف تغرق عند وضعها في الماء.
 
ومع ذلك، وهذا لا ينطبق على الجليد. وعلى الرغم من شكل صلب، والجليد لديها كثافة أقل من المياه.
الجليد الطافي هي مظاهرة للمبادئ العلمية الطفو (الطفو).
عندما يتم وضع كائن فوق الماء، هناك قوة دفع تصل القاع (القاعدة) للكائن.
عندما كائن لديه مساحة وكثافة بعض المواد، بدلا من الغرق، فإن وجوه تطفو.
في معظم الحالات، السائل البارد، وأكثر كثافة السائل.
ولكن هذا ليس هو الحال مع المياه. المياه يصل الحد الأقصى للكثافة الحالية لا تزال فوق درجة التجمد.

عندما المجمدة، وجزيئات الماء ترتب نفسها في مصفوفة، وبالتالي خلق مسافة بين الجزيئات التي لم تكن موجودة من قبل.
ونتيجة لذلك، فإن الجليد لديه كثافة حوالي 9٪ أقل من كثافة الماء بحيث يجعلها تطفو في المياه.
ومع ذلك، قد تلاحظ أيضا أن الجليد في المناطق القطبية، على سبيل المثال، وليس كل أجزاء من العوامات، ولكن وغرقت هناك في الماء.
في حالة الوزن (الوزن) تسبب المغمورة جزئيا الجليد. معظم أجسام جليدية أخرى واقفا على قدميه بسبب نوع من الجليد الذي هو أخف من الماء إلى جانب وجود مساحة كبيرة.
حقيقة أن الجليد يطفو هو شيء غير مواتية للحياة.
إذا غرقت الجليد، والمحيطات والبحيرات، والأنهار تجميد ببطء من أسفل إلى أعلى بحيث جعل معظم الكائنات الحية تموت.
على العكس، عندما يطفو الجليد، ويتم تجميد جزء فقط من سطح الماء بينما يبقى الماء السفلي السائل.
يطفو الجليد هي أيضا أسهل لإذابة بدوره من فصول السنة، ما عدا في المناطق القطبية التي لديها دائمة التجمد.

Minggu, 08 Maret 2015

resistor

Resistor

Resistor adalah komponen dari sirkuit yang menolak aliran arus listrik.

Ini memiliki dua terminal dimana listrik harus lulus, dan dirancang untuk drop tegangan arus yang mengalir dari satu terminal ke yang lain.


Resistor terutama digunakan untuk membuat dan memelihara arus yang aman yang dikenal dalam komponen listrik.

Resistansi diukur dalam ohm, setelah hukum Ohm. Hukum ini menyatakan bahwa hambatan listrik sama dengan penurunan tegangan terminal resistor dibagi dengan arus diterapkan.

Sebuah rating ohm tinggi menunjukkan resistensi yang tinggi terhadap arus. Peringkat ini dapat ditulis dalam sejumlah cara yang berbeda – misalnya, 81R mewakili 81 ohm, sedangkan 81K mewakili 81.000 ohm.

Jumlah perlawanan yang ditawarkan oleh resistor ditentukan oleh konstruksi fisiknya.

Komposisi resistor karbon memiliki karbon resistif dikemas ke dalam silinder keramik, sementara resistor film karbon terdiri dari sebuah tabung keramik yang sama, namun film karbon konduktif melilit luar.

Film logam atau resistor oksida logam yang dibuat dengan cara yang sama, tetapi dengan logam bukan karbon.

Sebuah resistor wirewound, dibuat dengan kawat logam melilit tanah liat, plastik, atau fiberglass tabung, menawarkan ketahanan pada tingkat daya yang lebih tinggi.


Mereka digunakan untuk aplikasi yang harus menahan suhu tinggi biasanya terbuat dari bahan seperti keramik logam, komposit keramik-logam, atau tantalum, logam langka, sehingga mereka dapat bertahan panas.

Resistor yang dilapisi dengan cat atau enamel, atau ditutupi plastik untuk melindungi mereka.

Karena mereka sering terlalu kecil untuk ditulis pada, sistem kode warna standar yang digunakan untuk mengidentifikasi mereka.

Pertama tiga warna mewakili nilai ohm, dan keempat menunjukkan toleransi, atau seberapa dekat dengan prosentase resistor adalah nilai ohm nya.

Hal ini penting karena dua alasan: sifat konstruksi adalah tidak tepat, dan jika digunakan di atas arus maksimum, nilai dapat mengubah atau unit itu sendiri bisa membakar.

Setiap resistor jatuh ke salah satu dari dua kategori: tetap atau variabel. Sebuah resistor tetap memiliki jumlah yang telah ditetapkan ketahanan terhadap arus, sementara satu variabel dapat disesuaikan untuk memberikan berbagai tingkat resistensi.

Variabel resistor juga disebut potensiometer dan biasanya digunakan sebagai kontrol volume pada perangkat audio.

Rheostat adalah resistor variabel yang dibuat khusus untuk digunakan dengan arus tinggi.

Ada juga varistor oksida logam, yang mengubah perlawanan mereka dalam menanggapi kenaikan tegangan, termistor, yang bisa menaikkan atau resistensi yang lebih rendah ketika suhu naik atau tetes, dan resistor yang sensitif terhadap cahaya

biogas



Biogas adalah gas yang dihasilkan sebagai produk sampingan fermentasi anaerobik atau gasifikasi.

Sebagian negara mulai secara serius menggarap biogas sebagai sumber energi bersih potensial.


India dan Cina merupakan contoh negara yang sudah berinvestasi secara ekstensif dalam teknologi biogas untuk menyediakan bahan bakar bagi warga mereka.

Bahan baku dasar untuk biogas adalah bahan organik seperti sisa makanan dan kotoran yang disimpan dalam kondisi anaerob.

Tempat penyimpanan bisa berupa tangki penyimpanan yang tidak berventilasi hingga perangkat yang dirancang khusus untuk menghasilkan gas.
Perangkat untuk menghasilkan biogas (metana) dikenal sebagai biogas digester atau anaerobic digester.

Kondisi tanpa udara ini akan menarik bakteri anaerob, yang mulai menguraikan bahan organik tersebut dan menghasilkan metana serta karbon dioksida sebagai produk sampingan.


Gas lain yang bisa dihasilkan meliputi hidrogen, nitrogen, dan karbon monoksida yang diperoleh melalui gasifikasi biomassa seperti kayu atau sekam padi.

Gas yang diproduksi melalui fermentasi anaerob atau gasifikasi memiliki sifat mudah terbakar sekaligus memiliki bau menyengat.

Namun biogas tidak selamanya bermanfaat. Kebocoran metana dari tempat pembuangan sampah merupakan masalah serius yang perlu diatasi.

Kebakaran atau ledakan spontan yang disebabkan oleh akumulasi gas sering terjadi di tempat pengolahan atau pembuangan sampah.

Namun, biogas yang dikelola dengan baik bisa memberikan manfaat besar. Biogas lazim digunakan untuk menyalakan kompor, sebagai pemanas ruangan, dan aplikasi lain.

Biogas yang dimanfaatkan juga mencegah metana mencapai atmosfer yang bisa berpengaruh pada lingkungan.

Kemampuan untuk mengubah produk limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat tidak hanya bernilai ekonomis melainkan juga memiliki nilai lingkungan.

Dengan mengubah biomassa menjadi biogas, berarti berbagai masalah seperti sampah dan limbah bisa turut dikurangi

panel surya

Panel Surya

Apakah pada kalkulator bertenaga surya atau stasiun ruang angkasa internasional, panel surya (solar panel) yang digunakan menghasilkan listrik menggunakan prinsip yang relatif sama.

Elemen dasar panel surya adalah unsur yang juga digunakan untuk menciptakan revolusi komputer yaitu silikon murni.


Ketika dilucuti dari semua pengotor, silikon menjadi sebuah platform netral yang ideal untuk transmisi elektron.

Atom silikon memiliki tempat untuk delapan elektron dalam kulit terluarnya, tetapi hanya membawa empat elektron dalam keadaan alami.

Ini berarti terdapat tempat bagi empat elektron lagi. Jika salah satu atom silikon kontak dengan atom silikon lain, masing-masing atom akan menerima empat elektron dari atom lain.

Kondisi ini akan menciptakan ikatan yang kuat, tetapi tidak ada muatan positif atau negatif karena delapan elektron memenuhi kebutuhan atom silikon yang berikatan.

Atom silikon dapat saling terikat dalam waktu lama untuk menghasilkan lempeng besar silikon murni yang antara lain digunakan sebagai bahan panel surya.

Dua lempeng silikon murni tidak akan menghasilkan listrik karena tidak memiliki muatan positif atau negatif.

Panel surya dibuat dengan menggabungkan silikon dengan unsur-unsur lain yang memiliki muatan positif atau negatif.

Fosfor, misalnya, memiliki lima elektron yang bisa ditawarkan ke atom lain. Jika digabungkan secara kimia, silikon dan fosfor akan menghasilkan delapan elektron stabil dengan masih memiliki satu elektron bebas.

Elektron bebas ini tidak bisa pergi karena terikat pada atom fosfor, namun tidak diperlukan oleh silikon. Oleh karena itu, lempeng silikon-fosfor ini lantas bermuatan negatif.


Namun, agar listrik mengalir, muatan positif juga harus tersedia. Hal ini dicapai dengan menggabungkan silikon dengan unsur seperti boron, yang hanya memiliki tiga elektron untuk ditawarkan.

Sebuah lempeng paduan silikon-boron masih memiliki satu tempat tersisa untuk elektron lain. Ini berarti lempeng tersebut memiliki muatan positif.

Dua lempeng negatif dan positif diatas diletakkan berdekatan dalam panel surya, dengan kabel konduktif menghubungkan antar panel surya.

Lantas apa peran matahari? Sinar matahari memiliki banyak partikel energi yang berbeda, dengan salah satunya disebut foton.

Pada panel surya, foton bertindak seperti palu. Ketika pelat negatif sel surya ditempatkan pada sudut yang tepat terhadap matahari, foton akan membombardir atom silikon-fosfor.

Akhirnya, elektron ke-9 pada pelat silikon-fosfor menjadi bebas. Elektron bebas ini lantas ditarik oleh pelat silikon-boron untuk mengisi satu tempat kosong yang mereka miliki.

Seiring foton memutus lebih banyak elektron, listrik lantas dihasilkan. Listrik yang dihasilkan oleh satu sel surya mungkin tidak mengesankan, tetapi ketika banyak panel surya saling dihubungkan, listrik yang dihasilkannya cukup untuk menghidupkan motor atau peralatan elektronik lainnya.

Salah satu kendala utama panel surya adalah hanya sejumlah kecil listrik yang bisa dihasilkan dibandingkan dengan ukurannya.

Kalkulator mungkin hanya memerlukan sel surya tunggal, tetapi mobil bertenaga surya akan membutuhkan beberapa ribu.

Jika sudut panel surya berubah sedikit saja, efisiensi bisa turun hingga 50 persen.

Sebenarnya, sebagian daya dari panel surya dapat disimpan dalam baterai, tetapi biasanya tidak banyak kelebihan daya yang tersisa.

Selain menyediakan foton, sinar matahari juga memancarkan sinar ultraviolet dan gelombang inframerah yang bisa merusak panel surya.

Panel surya yang terpapar cuaca juga akan mengalami penurunan kinerja dan bisa mempengaruhi efisiensi.

Sabtu, 07 Maret 2015

aurora australis

Aurora Australis

Aurora australis adalah semburat cahaya yang bisa dilihat di langit malam di atas Antartika selama musim dingin.

Fenomena ini juga disebut sebagai Southern Lights.


Di belahan bumi utara, peristiwa yang sama disebut sebagai Northern Lights atau aurora borealis.

Northern Lights dapat dilihat dalam Lingkaran Arktik, di sebelah utara Kanada, Alaska, Rusia, dan Skandinavia.

Aurora mendapatkan namanya sesuai dengan dewa fajar Romawi, Aurora, yang juga merupakan kata Latin untuk fajar.

Sedangkan Australis adalah kata Latin untuk Selatan, sedangkan borealis adalah kata Yunani untuk angin utara. Aurora australis secara harfiah berarti fajar, atau cahaya selatan.

Kedua aurora -australis dan borealis- memiliki sifat yang mirip dan hanya berbeda dimana mereka dapat dilihat.

Aurora adalah untaian cahaya berwarna yang nampak terlihat di langit. Cahaya ini muncul akibat partikel bermuatan, elektron dan proton, bertabrakan dengan molekul lain di bagian atas atmosfer bumi.

Secara khusus, partikel bermuatan ini bertabrakan dengan nitrogen dan oksigen. Sebagian energi yang dihasilkan dari tabrakan lantas dipancarkan sebagai cahaya atau foton.

Cahaya berwarna merah, hijau, dan kadang-kadang biru terlihat selama aurora australis.


Ketika partikel bermuatan bertabrakan dengan oksigen, cahaya berwarna hijau-kuning atau merah tua diproduksi. Sedangkan tabrakan dengan nitrogen memunculkan cahaya biru.

Partikel bermuatan ini berasal dari matahari dan disebut sebagai angin matahari (solar wind).

Karena reaksi terus menerus yang terjadi di matahari, partikel bermuatan terus-menerus dilepaskan dan meninggalkan matahari dengan kecepatan dari 300 sampai 1.000 kilometer per detik atau sekitar 1,6 juta km per jam.

Pada kecepatan ini, partikel-partikel tersebut akan mencapai bumi dalam waktu beberapa hari. Medan magnet bumi lantas membelokkan partikel ini ketika mencapai atmosfer bagian atas.

Partikel bermuatan lantas dihadang oleh garis-garis medan magnet dan melakukan perjalanan keliling bumi.

Elektron dan proton selanjutnya melakukan perjalanan menuruni garis medan magnet ke arah kutub utara dan selatan bumi.

Di kutub, medan magnet berada lebih dekat dengan permukaan bumi, memungkinkan partikel bermuatan untuk berinteraksi dengan molekul lain di atmosfer.

Waktu terbaik melihat aurora adalah pada saat aktivitas matahari berada pada level tinggi.

Semakin tinggi aktivitas matahari, semakin banyak partikel bermuatan yang dilepaskan dan dikirim menuju bumi.

Aurora australis hanya dapat dilihat antara bulan Maret dan September, akibat selama sisa tahun, Kutub Selatan mendapatkan sinar matahari 24 jam sehari.

Aurora australis umumnya berlangsung sekitar 15 menit sampai setengah jam, meskipun dalam beberapa kasus bisa berlangsung dua sampai tiga jam

Jumat, 06 Maret 2015

anion dan kation



Baca juga
Apa itu Elektrolit Kuat? Karakteristik, Kegunaan & Contohnya
Apa itu Elektrolit Lemah? Karakteristik, Kegunaan & Contohnya
Anion vs Kation

Atom-atom dari berbagai unsur umumnya tidak stabil (kecuali gas mulia) dalam kondisi normal.

Agar stabil, atom mengalami berbagai perubahan kimia yang mempengaruhi jumlah elektronnya. Misalnya, suatu atom dapat melepas atau menangkap elektron atau berbagi elektron untuk mendapatkan konfigurasi elektron yang stabil.


Ketika hal ini terjadi, unsur cenderung bergabung dengan unsur-unsur lainnya. Unsur kimia yang saling bergabung ini kemudian membentuk senyawa kimia.

Unsur-unsur terikat bersama oleh ikatan kimia yang memiliki karakteristik ionik atau kovalen. Jika suatu senyawa memiliki ikatan ionik, mereka dikenal sebagai senyawa ionik.

Senyawa ionik terbentuk oleh daya tarik antara ion positif dan negatif.

Ion merupakan materi bermuatan. Oleh karena itu, ion tertarik pada medan listrik, dan ketika bergerak, jalan mereka dibelokkan oleh medan magnet.

Ion juga bertanggung jawab menghantarkan listrik melalui larutan atau cairan.
Anion

Anion adalah ion bermuatan negatif. Ketika atom menarik satu atau lebih elektron ke orbitalnya, maka terbentuklah ion negatif.

Dalam atom netral, jumlah elektron di kulit luar sama dengan jumlah proton dalam inti. Seperti diketahui, elektron bermuatan negatif, sedangkan proton bermuatan positif.

Namun, ketika sebuah atom menarik elektron lain, jumlah elektron meningkat, sehingga atom menjadi bermuatan negatif.

Besar muatan anion akan tergantung pada jumlah elektron yang diperoleh. Misalnya, perolehan satu elektron akan membentuk anion monovalen sedangkan perolehan dua elektron membentuk anion divalen.


Biasanya, anion terbentuk dari unsur-unsur non-logam yang berada di blok p tabel periodik. Misalnya, nitrogen membentuk anion -3, oksigen anion -2 dan klorin anion -1.

Atom-atom unsur non-logam dikenal lebih elektronegatif sehingga memiliki kemampuan menarik elektron dan membentuk anion.

Tidak hanya atom tunggal, beberapa atom atau molekul bisa pula membentuk anion.

Jika anion terdiri hanya sebuah atom, maka dikenal sebagai anion monoatomik. Jika anion memiliki beberapa atom, atau jika berbentuk molekul, maka disebut sebagai anion poliatomik.

Anion tertarik dengan medan listrik bermuatan positif atau materi bermuatan positif.
Kation

Kation merupakan ion bermuatan positif dan terbentuk ketika sebuah atom netral kehilangan satu atau lebih elektron.

Ketika kehilangan elektron, jumlah proton dalam inti lebih banyak dari jumlah elektron di kulit terluarnya, sehingga atom bermuatan positif.

Kation umumnya terbentuk oleh unsur logam blok s, logam transisi, lantanida dan aktinida, dll. Seperti anion, kation juga dapat memiliki berbagai ukuran muatan tergantung pada jumlah elektron yang hilang.

Oleh karena itu, kation bisa memiliki bentuk monovalen (Na +), divalen (Ca2 +), dan trivalen (Al3 +). Selain itu, terdapat pula kation monoatomik dan kation poliatomik (NH4 +).
Ringkasan Perbedaan antara Anion dan Kation

• Anion bermuatan negatif, kation bermuatan positif.

• Anion terbentuk dengan menangkap elektron, kation terbentuk dengan melepas elektron.

• Anion terutama berasal dari unsur non logam, kation terutama berasal dari unsur logam.

• Anion tertarik pada medan listrik positif, kation tertarik pada medan listrik negatif

Kamis, 05 Maret 2015

ADKO HESI

Terdapat dua macam gaya tarik menarik antar partikel, yaitu kohesi dan adhesi.
Kohesi adalah gaya tarik menarik antara partikel partikel yang sejenis. Kohesi dipengaruhi oleh kerapatan dan jarak antarpartikel dalam zat. Dengan demikian, kamu pasti tahu bahwa gaya kohesi zat padat lebih besar dibandingkan dengan zat cair dan gas (hayo…coba ingat kembali susunan partikel pada zat padat, cair, dan gas pada artikel sebelumnya). Gaya kohesi mengakibatkan dua zat bila dicampurkan tidak akan saling melekat. Contoh peristiwa kohesi adalah : Tidak bercampurnya air dengan minyak, tidak melekatnya air raksa pada dinding pipa kapiler, dan air pada daun talas.
Adhesi adalah gaya tarik menarik antara partikel partikel yang tidak sejenis. Gaya adhesi akan mengakibatkan dua zat akan saling melekat bila dicampurkan. Contohnya : Bercampurnya air dengan teh/kopi, melekatnya air pada dinding pipa kapiler, melekatnya tinta pada kertas, dll. (Coba kalian cari tahu contoh yang lainnya dalam kehidupan sehari hari)

Ada 3 kondisi yg mungkin terjadi jika kita mencampurkan 2 macam zat

Jika gaya kohesi antar partikel zat yang berbeda lebih besar daripada gaya adhesinya, kedua zat tidak akan bercampur. Contohnya, minyak kelapa dicampur dengan air.
Jika gaya adhesi antar partikel zat yang berbeda sama besar dengan gaya kohesinya, kedua zat akan bercampur merata. Contohnya, air dicampur dengan alkohol.
Jika gaya adhesi antar partikel zat yang berbeda lebih besar daripada gaya kohesinya, kedua zat akan saling menempel. Contohnya, air yang menempel pada kaca.
Akibat adanya kohesi dan adhesi, terjadi beberapa peristiwa menarik dalam fisika. Berikut ini beberapa di antaranya :1. Meniskus Cembung dan Meniskus Cekung : Meniskus adalah peristiwa mencekung atau mencembungnya permukaan zat cair. Berdasarkan bentuk permukaan zat cair, meniskus dibedakan menjadi dua, yaitu meniskus cembung dan meniskus cekung. Meniskus cembung terjadi jika kohesi lebih besar daripada adhesi (kohesi > adhesi). Sedangkan meniskus cekung terjadi jika adhesi lebih besar daripada kohesi (adhesi > kohesi).


2. Kapilaritas : Kapilaritas adalah peristiwa naik atau turunnya zat cair di dalam pipa kapiler (pipa yang diameternya sangat kecil). Contoh peristiwa kapilaritas antara lain naiknya minyak tanah pada sumbu kompor, naiknya air dari akar ke daun pada tumbuhan melalui pembuluh xylem, Basahnya dinding dalam rumah ketika dinding luar basah terkena air, dll (Ayo cari tahu contoh contoh lainnya dalam kehidupan sehari hari). Permukaan zat cair (contohnya air dan raksa) pada bejana berhubungan yang memiliki pipa kapiler dapat dilihat pada gambar di bawah ini,


Sedangkan pada bejana berhubungan yang tidak memiliki pipa kapiler bila diisi dengan zat cair sejenis dan dalam keadaan diam, maka tinggi permukaan zat cair pada setiap bejana adalah sama. Keadaan itu disebut dengan “asas bejana berhubungan”.

3. Tegangan Permukaan : Tegangan permukaan merupakan kecenderungan zat cair untuk menegang sehingga pada permukaan zat cair seolah olah terdapat selaput atau lapisan yang tegang , sehingga dapat menahan benda. Hal ini terjadi karena adanya gaya tarik menarik antara partikel zat cair (kohesi). Beberapa contoh peristiwa tegangan permukaan diantaranya yaitu serangga air dapat berjalan di atas permukaan air, tetesan air pada permukaan daun talas berbentuk seperti bola, tetesan embun yang menempel di atas rumput berbentuk seperti bola, silet dapat mengambang dipermukaan air

FISIKA HAMBATAN


Hambatan Udara

Hambatan udara, juga disebut hambatan angin, adalah efek perlambatan oleh udara yang dicptakan pada benda ketika bergerak melalui atmosfer. Benda atau orang jatuh bebas akan mendapat penurunan kecepatan karena diperlambat oleh udara, misalnya. Ini juga merupakan faktor dalam gerakan pesawat atau kendaraan yang bergerak pada kecepatan tinggi. Hambatan ini memiliki berbagai efek lain, beberapa dari mereka mudah diamati.



Beberapa kendaraan darat, seperti kereta api berkecepatan tinggi, memiliki desain ramping untuk meminimalkan efek hambatan udara.

Manusia selalu mampu mengamati efek hambatan udara, tetapi faktor fisik yang terlibat tidak dipahami sampai abad ke-17. Galileo, mencoba memahami prinsip gravitasi, yang digunakan eksperimen untuk menguji tesis Aristoteles bahwa benda-benda berat jatuh lebih cepat dari yang ringan. Ia mampu membuktikan ini tidak benar; gaya gravitasi mempengaruhi setiap objek dengan cara yang sama. Dia menyadari benda ringan yang diperlambat oleh hambatan dari udara, dan benda-benda berat memiliki berat badan yang cukup untuk melawan faktor ini.

Hambatan udara disebabkan oleh tumbukan benda padat dengan molekul gas di atmosfer. Semakin besar jumlah molekul udara, semakin besar hambatan. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa suatu benda dengan permukaan yang lebih luas menemui hambatan besar. Sebuah benda yang lebih cepat juga memiliki hambatan udara lebih besar karena molekul udara itu lebih banyak kontak dalam kurun waktu tertentu. Ketika hambatan dari obyek dalam jatuh bebas sama dengan tarikan gravitasi pada objek, tidak lagi mempercepat. Hal ini disebut kecepatan terminal, dan bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti berat badan, luas permukaan, dan kecepatan.

Efeknya dapat diamati dengan mengamati aksi skydivers. Sebelum mengaktifkan parasut nya, skydiver jatuh pada kecepatan terminal, tampaknya tertahan tinggi-tinggi oleh udara. Jika dia menarik tubuhnya dan menunjukkan tubuhnya ke bawah, kecepatan nya akan meningkat saat hambatan tersebut berkurang. Dengan posisi sejajar tubuhnya ke tanah dan menyebarkan tangan dan kakinya, dia bisa memperlambat turun nya. Setelah ia membuka parasut nya, hambatan udara akan meningkat, memperlambat nya lebih lanjut. Kecepatan terminal parasut yang dibuka cukup rendah sehingga dia akan menyentuh tanah dengan kecepatan survivable.



Pesawat ini dirancang untuk mengatasi hambatan udara, yang disebut hambatan di bidang aerodinamis. Desain streamline pada pesawat jet dan roket memungkinkan mereka untuk melewati atmosfer dengan gesekan yang paling sedikit mungkin. Mobil dan kereta api juga menggunakan desain ramping dengan tingkat yang lebih rendah untuk tujuan yang sama. Kecuali mereka dirancang untuk perjalanan kecepatan tinggi, hambatan udara tidak begitu signifikan menjadi kendala bagi kendaraan darat seperti pada pesawat. Truk Semi kadang telah melengkungkan atapnya untuk mengurangi hambatan di ruang antara truk dan trailer, yang dapat memiliki efek negatif jarak tempuh

Rabu, 04 Maret 2015


Terjadinya Hujan






Proses terjadinya hujan adalah gejala alam yang membentuk siklus perputaran air di bumi. Secara sederhana, tahapan terjadinya hujan ini menggambarkan proses perpindahan air dari samudera, laut, sungai, danau dan sumber air lainnya ke atmosfer lalu kembali lagi menuju daratan. Indonesia sendiri memiliki 2 musim yakni musim kemarau dan musim hujan. Hal ini dikarenakan Indonesia terletak didekat garis khatulistiwa sehingga memiliki iklim tropis dan suhu yang tinggi sehingga menyebabkan terjadinya banyak proses penguapan sehingga memiliki curah hujan yang cukup tinggi.



Berkumpulnya awan menandakan salah satu proses terjadinya hujanImage courtesy of supertrooper – http://www.freedigitalphotos.net/images/scenic-cumulus-clouds-photo-p200370
Proses terjadinya hujan
Panas matahari menyebabkan air di sungai, danau, dan laut menguap ke udara. Selain bentuk air secara fisik, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lain yang mengandung air. Kemudian uap air naik terus ke atas hingga menyatu ke udara bersama uap-uap air lainnya.


Suhu udara yang tinggi akibat panas matahari akan membuat uap air tersebut mengalami proses kondensasi (pemadatan) dan menjadi embun. Embun berbentuk titik-titik air kecil sedangkan suhu yang semakin tinggi membuat jumlah titik-titik embun semakin banyak hingga kemudian berkumpul memadat dan membentuk awan. Menurut kajian Neilburger tahun 1995, pada tahapan ini, tetes-tetes air memiliki ukuran jari-jari sekitar 5-20 mm. Dalam ukuran ini tetesan air akan jatuh dengan kecepatan 0,01-5 cm/detik sedangkan kecepatan aliran udara ke atas jauh lebih tinggi sehingga tetes air tersebut tidak akan jatuh ke bumi. Supaya sebuah tetes air dapat jatuh ke bumi dibutuhkan ukuran sebesar 1 mm karena hanya dengan ukuran sebesar itulah tetes air dapat mengalahkan gerakan udara ke atas.
Dengan bantuan angin, awan-awan tersebut bisa bergerak ke tempat lain. Pergerakan angin ini dapat membuat beberapa awan kecil menyatu dan membentuk awan yang lebih besar lalu bergerak ke langit atau ke tempat yang memiliki suhu lebih rendah. Semakin banyak butiran air terkumpul maka akan membuat warna awan semakin kelabu.

Akibat dari jumlah titik air yang semakin berat akan membuat butiran-butiran tersebut jatuh ke bumi dalam bentuk hujan.


Proses terjadinya hujan sederhanaImage courtesy of Abdulrozaq – http://blog.uin-malang.ac.id/keilmuan/2011/02/10/siklus-hidrologi/Perbedaan awan dingin dan awan hangat
Menurut suhu lingkungan fisik atmosfer dimana suatu awan berada, awan dibedakan atas awan dingin (cold cloud) dan awan hangat (warm cloud). Disebut awan dingin apabila seluruh bagiannya berada pada lingkungan atmosfer dengan suhu di bawah 0 derajat celcius. Awan ini kebanyakan berada pada daerah lintang tinggi dan menengah dimana suhu udara dekat permukaan tanah bisa mencapai suhu minus 0 derajat.


Proses bertemunya awan panas dan awan dinginImage courtesy of hendri – http://belajargeodenganhendri.wordpress.com/2011/04/12/atmosfer-2/ Indonesia memiliki suhu udara dekat permukaan tanah sekitar 20 – 300 derajat celcius sedangkan dasar awan memiliki suhu sekitar 180 derajat celcius. Meskipun demikian, puncak awan dapat menembus jauh ke atas melewati titik beku sehingga sebagian awan merupakan awan hangat sedangkan sisanya merupakan awan dingin. Awan semacam ini disebut juga dengan mixed cloud.
Proses terjadinya hujan pada awan hangat
Saat uap air terangkat ke atmosfer akan berfungsi sebagai inti kondensasi yang menyebabkan uap air mengalami proses evaporasi (pengembunan). Sumber utama inti kondensasi adalah garam yang berasal dari air laut. Karena sifatnya yang higroskopik maka semenjak dimulai proses kondensasi, partikel berubah menjadi droplets (titik air) dan droplets yang berkumpul membentuk awan. Partikel air yang mengelilingi debu serta kristal garam akan menebal sehingga menjadi lebih berat dari udara dan mulai jatuh dari awan sebagai hujan
Proses terjadinya hujan pada awan dingin
Proses ini dimulai dari adanya Kristal es yang bertambah banyak melalui air super dingin (supercooled water) dan deposit uap air. Keberadaan Kristal es memegang peranan penting dalam proses hujan pada awan dingin sehingga sering disebut juga proses Kristal es.
Pada waktu udara naik lebih tinggi ke atmosfer, terbentuklah titik-titik air dan juga awan. Di ketinggian tertentu yang sumbunya berada di bawah titik beku maka awan tersebut akan berubah menjadi Kristal-kristal es kecil. Udara sekelilingnya yang tidak begitu dingin membeku pada Kristal tadi yang membuat Kristal bertambah besar dan menjaid butiran salju. Bila terlalu berat maka salju akan turun. Saat melewati udara hangat maka salju tersebut mencair dan menjadi hujan namun pada musim dingin, salju jatuh tanpa mencair.


Proses terjadinya hujan pada awan dinginImage courtesy of https://saripedia.wordpress.com/tag/proses-hujan/Beberapa fakta lain mengenai hujan:

Apabila suhu di atmosfer sangat dingin maka titik air tersebut akan membeku dan berubah menjadi es. Itulah mengapa di beberapa tempat yang bersuhu rendah sering terjadi hujan salju sedangkan di Indonesia yang memiliki iklim tropis, hujan salju sulit terjadi.
Air hujan berasal dari penguapan air laut sebanyak 97%. Meskipun air laut merupakan air asin namun ketika sudah menjadi hujan akan menjadi air tawar. Ini diakibatkan salah satu hukum fisika yang menjelaskan dari manapun asal air yang menguap ketika sudah melalui awan maka kandungan lainnya akan hilang. Diketahui bahwa garam dan mineral memiliki berat jenis yang berbeda dengan air maka ketika air berubah menjadi titik-titik kecil maka kandungan garam, mineral dan lainnya akan luruh dengan sendirinya

Kondensasi awanImage courtesy of http://geoenviron.blogspot.com/2011/12/proses-pembentukan-hujan.html
Proses kondensasi awan akibat berkumpulnya titik-titik air dibantu oleh udara yang bergerak ke atas serta mengalami proses pendinginan adiabatic sehingga kelembapan nisbi (RH)nya bertambah. Kondensasi sendiri baru dimulai pada inti kondensasi yang aktif dan lebih besar. apabila RH mencapai 78